Area 1: Manajemen Perubahan

 

 

 

 

Salah satu sumber permasalahan birokrasi adalah perilaku negatif yang ditunjukkan dan dipraktikkan oleh para birokrat dilingkungan UNMUL termasuk para pejabat, tenaga pendidik dan kependidikan. Perilaku negatif tersebut membawa pada terciptanya citra negatif birokrasi. Perilaku birokrasi yang cenderung patologis yang sudah melembaga dalam mental aparat birokrasi yang ditandai dengan karakteristik-karakteristik: lambat, berbelit-belit, tidak inovatif, tidak responsif, tidak konsisten dan diskriminatif, malas, feodal, perlu dikikis, diperbaiki dan disusun ulang secara berkesinambungan dan tanpa henti. Oleh karena itu, fokus perubahan reformasi birokrasi dilingkungan UNMUL ditujukkan pada perubahan mental aparatur termasuk pejabat, tenaga pendidik dan kependidikan dengan harapan mendorong terciptanya budaya kerja positif yang kondusif bagi terciptanya birokrasi responsif, bertanggung jawab, akuntabel, bersih dan transparan, berkualitas dalam pelayanan, profesional, efisien dan efektif, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal Kalimantan Timur.


 

Manajemen Perubahan diharapkan dapat:


 

1. Meningkatnya komitmen seluruh jajaran Pimpinan dan anggota Satuan Kerja dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM;
 

2. Meningkatnya konsistensi keterlibatan pimpinan dan seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan UNMUL dalam melaksanakan reformasi birokrasi;

3. Meningkatnya perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan UNMUL, khususnya dalam merespon perkembangan zaman;

4. Menurunnya tingkat resistensi terhadap perubahan dilingkungan UNMUL; dan

5. Semakin melekatnya (embedded) budaya perubahan dilingkungan UNMUL.